Minggu, 08 Mei 2016

BULAN SYA'BAN TELAH TIBA

💥🌙 SYA'BAN TELAH TIBA 🌙💥
Tepat maghrib malam ini, telah datang bulan Sya'ban Rasullullah Bersabda "Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita bulan Sya'ban kepada Yang Lain, maka Haram Api Neraka Baginya". Dan tolong baca sebentar saja kita berdzikir mengingat اَللّÙ‡ُ ... bismillah "Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, Allahu-Akbar, Laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Bila disebarkan, Anda akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT آمِّÙŠْÙ†َ آمِّÙŠْÙ†َ آمِّÙŠْÙ†َ ÙŠَا رَبَّ
الْعَالَÙ…ِينَ


Selasa, 03 Mei 2016

Jaga Kesehatan, Van Damme Tiru Gaya Hidup Rasulullah SAW

Jaga Kesehatan, Van Damme Tiru Gaya Hidup Rasulullah SAW


REPUBLIKA.CO.ID, Jean-Claude Van Damme merupakan aktor asal Belgia yang terkenal dengan aksi-aksi laganya. Dengan tubuh yang sangat prima di usia 55 tahun, Van Damme ternyata memiliki cara yang tak diduga dalam menjaga kebugaran tubuhnya. Van Damme mengaku mengikuti kebiasaan hidup dari Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah sesi wawancara, Van Damme ditanya mengenai pola makan yang sehat. Van Damme kemudian menjawab bahwa ia mengikuti pola makan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam ajaran Islam. "Bacalah. Temuan-temuan dari Muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas," ungkap Van Damme mengawali penjelasannya.
Van Damme menilai Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang cerdas karena beliau dapat mengetahui apa yang baik dan tidak baik bagi tubuh di masa depan. Seperti yang telah diketahui, Rasulullah telah mencontohkan gaya hidup yang menghindari makanan atau minuman yang memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan tubuh. Salah satu yang dicontohkan ialah alkohol.
"Beliau (Nabi Muhammad) mengetahui apa yang baik untuk masa depan, mengenai tubuh," tambah Van Damme.
Tak hanya sekadar mengikuti gaya hidup ala Rasullullah, Van Damme pun mengajak agar orang-orang untuk membuktikan sendiri manfaat baik dari meniru gaya hidup Rasulullah juga. Bagi Van Damme, semua yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran tubuh telah ada dalam ajaran mengenai pola makan sehat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
"Percayalah pada saya, kamu mendapatkan semua yang kamu butuhkan di situ," pesan Van Damme. 

Senin, 02 Mei 2016

Demam Ibadah Individual, Lupa Ibadah Sosial

Demam Ibadah Individual, Lupa Ibadah Sosial

Salah satu warisan almarhum Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya’qub adalah pemikirannya yang cemerlang. Ia mengingatkan bahwa ibadah sosial jauh lebih penting daripada ibadah individual. Berikut kenangan Sumanto al Qurtuby.
Kolom ini saya buat sebagai semacam “in memoriam” untuk mengenang almarhum Prof. Dr. KH Ali Musthafa Ya'qub (1952 – 2016), mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Guru Besar Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, tokoh Nahdlatul Ulama, dan seorang ulama pakar Hadis dan Ilmu Hadis yang sangat mumpuni dan langka di Indonesia. Ulama kelahiran Desa Kemiri, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini juga seorang penulis produktif khususnya di bidang hukum Islam, tafsir Al-Qur'an, dan tafsir Hadis.
Salah satu gagasan dan pemikirannya yang cemerlang, bernas, dan patut direnungkan secara mendalam oleh umat beragama adalah tentang merosotnya spirit atau etos “ibadah sosial” dan meningkatnya atau maraknya perilaku “ibadah personal” atau “ibadah individual” khususnya di kalangan umat Islam, lebih khusus lagi umat Islam di Indonesia.
Menurut Kiai Ali Musthafa yang alumnus Universitas Islam Imam Muhammad Bin Saud dan Universitas King Saud (Riyadh, Arab Saudi) ini, ada dua kategori ibadah dalam Islam, yaitu (1) ibadah qashirah (ibadah individual) yang pahala dan manfaatnya hanya dirasakan oleh pelaku ibadah saja dan (2) ibadah muta'addiyah (ibadah sosial) dimana pahala dan manfaat ibadahnya tidak hanya dirasakah oleh yang bersangkutan tetapi juga oleh orang lain.
Menurut Kiai Ali, contoh “ibadah individual” ini adalah haji, umrah, puasa, salat, dlsb. Sementara contoh “ibadah sosial” adalah menyantuni anak yatim, membantu fakir-miskin, memberi bantuan beasiswa pendidikan, menolong para korban bencana, menggalakkan penanggulangan kemiskinan dan kebodohan, merawat alam dan lingkungan, berbuat baik dan kasih sayang kepada sesama umat dan mahluk ciptaan Tuhan, menghargai orang lain, menghormati kemajemukan, dan masih banyak lagi. Semua itu merupakan bentuk-bentuk ibadah sosial yang memberi manfaat atau kemaslahatan kepada masyarakat banyak.
Ibadah sosial lebih utama daripada ibadah individual
Islam, menurut Kiai Ali, memberikan prioritas pada “ibadah sosial” ini ketimbang “ibadah individual”. Kiai Ali mengutip sebuah Hadis Qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim dimana Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Tuhan (Allah SWT) itu ada—dan dapat ditemui—di sisi orang sakit, orang kelaparan, orang kehausan, dan orang menderita.”
Itulah sebabnya Nabi Muhammad sepanjang hayatnya lebih banyak didedikasikan untuk membela kaum lemah dan tertindas serta melawan keserakahan dan keangkaramurkaan. Beliau lebih banyak menjalankan aneka bentuk ibadah sosial-kemasyarakatan ketimbang ritual-ritual keagamaan yang bersifat personal. Dalam sebuah kaedah fiqih juga dinyatakan: “al-muta'addiyah afdhal min al-qashirah” (ibadah sosial jauh lebih utama daripada ibadah individual).
Prioritas Islam terhadap ibadah sosial daripada ibadah individual ini juga ditegaskan, tersurat, dan tersirat di dalam ribuan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi ruang sangat besar terhadap dimensi-dimensi sosial-kemanusiaan. Aspek-aspek “ritual-ketuhanan” justru mendapat jatah yang sangat sedikit dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Berdasarkan sejumlah fakta dalam Al-Qur'an inilah, ditambah dengan praktik-praktik kenabian, banyak ulama, sarjana, dan pakar Islam yang menyebut Islam sebagai agama pro-kemanusiaan. Pakar kajian Islam dan studi Al-Qur'an seperti mendiang Fazlur Rahman (1919–1988), misalnya, dalam sejumlah karyanya seperti Islam, Prophecy in Islam, atau Major Themes of the Qur'an pernah menegaskan bahwa Islam adalah “agama antroposentris” yang memberi penekanan atau prioritas pada masalah-masalah kemanusiaan universal, dan bukan “agama teosentris” yang berpusat atau bertumpu pada hal-ikhwal yang berkaitan dengan ibadah ritual individual-ketuhanan.
Terperangkap” ke dalam pernik-pernik “ibadah individual”
Meskipun Islam, Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad SAW, jelas-jelas memberi ruang yang sangat besar pada masalah-masalah “ritual kemanusiaan” universal; umat Islam, sayangnya, justru lebih sibuk memikirkan dan mempraktikkan aneka “ritual ketuhanan” partikular. Meskipun Islam menegaskan ibadah sosial jauh lebih utama ketimbang ibadah individual, (sebagian) kaum Muslim malah “terperangkap” ke dalam pernik-pernik “ibadah individual”.
Kaum Muslim begitu hiruk-pikuk dan semangat menggelorakan pentingnya haji, salat, puasa, zikir di masjid, dan semacamnya, tetapi melupakan kemiskinan global, kebodohan massal, penderitaan publik, keamburadulan tatanan sosial, kehancuran alam-lingkungan, korupsi akut yang menggerogoti institusi negara dan non-negara, dlsb. Umat Islam begitu bersemangat naik haji berkali-kali atau umrah bolak-balik dan mondar-mandir ke Mekkah dan Madinah, tidak mempedulikan besarnya biaya, tetapi mereka pikun dan tutup mata dengan aneka persoalan sosial-kemanusiaan yang menggunung di depan matanya.
Indonesien Sumanto al Qurtuby
Umat Islam sibuk mengejar “kesalehan individual” dengan menghadiri beragam pengajian spiritual tetapi mengabaikan “kesalehan sosial” dan absen menghadiri “pengajian sosial” dengan blusukan ke tempat-tempat kumuh untuk menyambangi umat yang menderita dan kelaparan. Umat Islam rajin menumpuk pahala akhirat bak “pedagang spiritual” tetapi rabun bin pikun dengan problem sosial-kemasyarakatan yang ada di sekelilingnya. Umat Islam begitu sibuk “memikirkan” Tuhan, padahal Tuhan sendiri—seperti ditunjukkan dalam berbagai Firman-Nya dalam Al-Qur'an dan dalam Hadis Qudsi tadi—begitu “sibuk” memikirkan manusia.
Saya menyebut fenomena di atas sebagai bentuk keberagamaan yang egoistik atau individualistik yang hanya mementingkan diri-sendiri dan demi mengejar kebahagiaan dan keselamatan dirinya sendiri kelak di alam akhirat, sementara cenderung bersikap masa bodoh atau acuh dengan berbagai kebobrokan, penderitaan, ketimpangan, ketidakadilan, dan kesemrawutan yang menimpa umat manusia di alam dunia ini. Umat Islam “pemburu surga” yang egois-individualis dan “salah jalan” inilah yang menjadi sasaran kritik Kiai Ali Musthafa. Semoga beliau damai di alam baka.
Penulis:
Sumanto al Qurtuby, Staf Pengajar Antropologi Budaya dan Kepala General Studies Scientific Research, King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi.

Kamis, 28 April 2016

ANEH

💥✨"MANUSIA MAKLUK MEMBINGUNGKAN"✨💥
Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia ini?
Beliau menjawab : "Manusia"
Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi uang"; Lalu dia "Mengorbankan Uang" nya demi Kesehatan".
Lalu dia "Sangat Khawatir" dengan "Masa Depannya", sampai' dia "Tidak Menikmati Masa Kini";
Akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini";
Dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati", lalu dia "Mati" tanpa "Benar-benar Menikmati" apa itu "Hidup".
Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati. Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.
Ketika lahir dua tangan kita kosong.
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong.
Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa.
Datang ditemani oleh Tangis.
Pergi juga ditemani oleh Tangis.
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.
Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan.
Jangan minder karena miskin dan hina.
Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman.
TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita.
TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita.
Maka dari itu TETAPLAH BERSYUKUR, dalam segala keadaan apa pun, dan HIDUPLAH disaat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu SAAT INI, bukan dari bayang-bayang MASA LALU maupun mencemaskan MASA DATANG yang belum lagi tiba.
Selalu bersyukur, dan...
Tetaplah menjadi Baik sampai Akhir....

Senin, 25 April 2016

FILOSOFI JAWA



FILOSOFI JAWA
Filosofi bilangan dalam jawa. Dalam bahasa Indonesia :
21 Dua Puluh Satu,
22 Dua Puluh Dua,...s/d
29 Dua Puluh Sembilan.
Dalam bhs Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji,
Rongpuluh Loro, dst; melainkan
Selikur, Rolikur,...s/d Songo Likur.

Di sini terdapat satuan LIKUR
Yang merupakan kependekan dari (LIngguh KURsi), artinya duduk di kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya;
Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.
SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok).
Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan.
Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).
Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.
Setelah Sepuluh, Rongpuluh,
Telung Puluh, Patang puluh,
mestinya Limang Puluh.
Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET.
SEKET (SEneng KEthonan : suka memakai Kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk menutup botak atau rambut yg memutih karena semirnya habis...
Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sdh lebih taat beribadah...!
Pada usia 50 th mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yg kekal dan abadi...!.
Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.
SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK).
Artinya : sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang...
Hrs sdh siap dipanggil menghadap Tuhan..
Semoga bermanfaat smoga tetap sehat semangat walau meh SWIDAK
*yg merasa sewidak punjuL tidak boleh complain.... sambiL nutup kamus bahasa jawa.....yang gak bs bahasa jawa jangan nangis....
#--ELING lan WASPODO--#

SK Penetapan NRG 2015


SK Penetapan NRG 2015

SK Penetapan NRG 2015
SK Penetapan NRG 2015
Berikut adalah SK Penetapan NRG 2015
Berikut adalah lampiran-lampirannya:
  1. Provinsi Aceh
  2. Sumatera Utara
  3. Sumatera Barat
  4. Riau
  5. Kepulauan Riau
  6. Jambi
  7. Bengkulu
  8. Sumatera Selatan
  9. Bangka Belitung
  10. Lampung
  11. Banten
  12. DKI Jakarta
  13. Kalimantan Barat
  14. DI Yogyakarta
  15. Jawa Barat 1
  16. Jawa Barat 2
  17. Jawa Barat 3
  18. Jawa Tengah 1
  19. Jawa Tengah 2
  20. Jawa Tengah 3
  21. Bali
  22. Jawa Timur 1
  23. Jawa Timur 2
  24. Jawa Timur 3
  25. NTB
  26. NTT
  27. Kalimantan Tengah
  28. Kalimantan Timur
  29. Kalimantan Selatan
  30. Sulawesi Utara
  31. Sulawesi Tengah
  32. Sulawesi Tenggara
  33. Gorontalo
  34. Sulawesi Barat
  35. Maluku
  36. Maluku Utara
  37. Papua
  38. Papua Barat

Syarat Pendaftaran Loker SDM PKH 2016


Syarat Pendaftaran Loker SDM PKH 2016

Syarat Pendaftaran Seleksi Loker SDM PKH 2016

sambungan dari Lowongan Kerja di Kementerian Sosial Sebagai Operator dan Fasilitator (April 2016). Masih tentang berita hangat penerimaan Pendamping dan Operator PKH 2016. Sebelum melakukan registrasi Online seleksisdmpkh, ada baiknya jika para pelamar mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah mengikuti seleksi ini. Berikut langkah lengkapnya:
  • Pelamar harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti termuat di KTP.
  • Pelamar menyiapkan file scan:
  • KTP,
  • Ijasah,
  • Transkrip Nilai,
  • Sertifikat Pelatihan,
  • Surat keterangan pengalaman praktek dan kerja
Dengan total seluruh file tidak lebih dari 1 MB. Jika menggunakan kamera pastikan jelas terbaca. Gambar yang tidak jelas terbaca bisa dinyatakan gugur.
  • Pelamar harus menggunakan email pribadi. Email dibutuhkan untuk melanjutkan proses pengisian biodata Pelamar.
  • Pelamar melakukan pendaftaran awal, berupa memuatkan:
  • Pilihan Posisi
  • NIK
  • Nama Lengkap
  • No. HP
  • Email
  • Pelamar akan mendapatkan email berisi password untuk masuk kedalam sistem guna pengisian biodata. Bila melakukan kesalahan memuatkan alamat email, dapat diperbaiki selama belum pernah melakukan login dengan NIK tersebut.
  • Pelamar harus login dan memuatkan biodata dan mengunduh file yang diperlukan ke dalam sistem.
  • Pelamar harus menyatakan “Kirim Berkas Seleksi” pada langkah 3 pada pengisian bio data. Tanpa menyatakan “Kirim Berkas Seleksi”, bio data tidak terkirim kepada panitia seleksi.
  • Pelamar dapat melakukan perbaikan bio data selama belum menyatakan “Kirim Berkas Seleksi”. Setelah menyatakan “Kirim Berkas Seleksi”, bio data tidak dapat diperbaiki lagi.
  • Pelamar yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan melalui SMS dari nomor 085600000630 atau 085600000640, ataupun melalui email yang digunakan mendaftar, pastikan telepon seluler pelamar dalam keadaan aktif dan bisa dihubungi.
  • Pelamar hadir pada acara Bimtek yang telah ditentukan.
  • Pelamar yang dinyatakan lolos secara teknis, akan diberitahukan melalui SMS, ataupun email. Pelamar juga diberitahukan mengenai lokasi penempatannya.
  • Pelamar berada pada lokasi penempatan.
kembali baca :  Lowongan Kerja di Kementerian Sosial Sebagai Operator dan Fasilitator (April 2016)
sumber : http://pkhdaily.com/2016/04/syarat-dan-langkah-pendaftaran-pkh/